Edisi 9
Kamar 00
Apatah dicari mendulang malammalam
Jika impian hanyalah batu karaha dalam dulangan
Lubang tak dapat lagi diduga dalamnya galian
Apatah peluh dapat membasuh lusuhnya tubuh
Kota yang pernah dibangun dari tulang belulangmu
Tak perlu sejarah karena orang telah melupakan ingatannya
Sejauhjauh memandang monumen di pusat kota
Berhala penguasa yang pernah berkuasa
Aku tak pernah lagi membuka jendela malam malam
Kamar yang kau berikan banyak memberi arti kehidupan
Hakikat diri dari setiap lenggang dulangan
Kotaku kota yang cuma elok namanya
Banjarbaru,2013
81
Kamar
Meditasi
: ultah
Tak perlu menyentuh perkara lain
Kecuali merenung asalmuasal
Khatulistiwa di poros bumi berputar
Kejadian siang kejadian malam
Pun gelap pun terang
Tak perlu menyentuh bahasa dusta
Jika kebenaran dalam kejujuran
Hakikat sangkar adalah tubuh
Hakikat burung adalah ruh
Maka seleburleburnya aku pun lebur
Ke dalam tubuh ke dalam ruh
Dan pada saatnya kau buka pintunya
Maka aku pun terbang keasalmuasal
Banjarbaru,2013
82
Kamar Pusaka
Kur sumangat pusaka banjar
Direndam arus zaman
Aku kehilangan juriat
Kehilangan ruh tanahbanyu
Kucari urangbahari dalam diri
Kubangun kerajaan hatinurani
Aku bersultan pada akal pikiran
Adatbudaya mesti diluhurkan
Di kamar jiwa singgasana cinta
Kindai katahati anak banua
Banjarbaru,2013
Catatan :
Kur sumangat =
ucapan doa agar selamat
Kindai : Lumbung
Banua : negeri
tumpah darah
Tanahbanyu :
Banua Banjar
Urangbahari : nenek moyang
83
Kamar 353
Kalau sudah dalam garisan takdir
Nasib adalah sebab akibat
Di mana meletakkan akal pikiran
Di dalam hidup dan kehidupan
Berada di kota ini
Seperti membaca diri dalam ranah kehidupan
Ekplorasi dalam sebuah perjalanan
Kata syukur yang mesti diucapkan
Sebuah kota
Tanah melayu yang gigih mempertahankan adat istiadat
pusaka
Di hiruk pikuknya orangorang bergegas mengejar zaman
Tak Melayu Hilang di Bumi
Aku teringat Tengku Nasyaruddin Effendy
Merenungi rawi kapal Lancang Kuning
Merenungi seorang Zubaidah pengorbanan membela negri
Bukit Batu
Bukan semata mitos melayu tetapi merenungi nilai
filosofinya
Merenungi tragisnya akibat perbuatan paling keji
bernama fitnah
Merenungi garis takdir dalam sebuah terjadinya nasib
Kota ini serupa tanah Banjar sebuah negriku
Waktu pagi kubuka jendela :
Batang paikat balilit di kayu
Burung sarindit tarabang lapas
Adat istiadat tanah melayu
Pingkuti pisit jangan talapas
Pekanbaru, 2013
*** paikat = rotan
pingkuti
= pegangi
84
Guest House 05
Gunung Kelut diselimuti kabut dan awan
Diam seribu basa bagaikan arca raseksa
Namun di suatu saat di dalam tubuhnya
Lembu Suro dan Mahesa Suro kembali murka :
Erupsi
Pada bulan suro
Dewi Kilisuci menyembunyikan diri
Jauh ke gugusan mayapada dan gumpalan
asap pedupaan Larung Sesaji
Orangorang pada berkidung doadoa tolak bala
Condro Sengkolo
Orangorang pada menjadikannya objek wisata
Maka tidak lah baharu alam sekalian
Jika semua ini tidak ada terjadi atas
kejadian
Di dalam renung, kureningi
Fitnah, penghianatan, wanita, tahta dan harta
Adalah malapetaka :
Kehancuran
Kediri, 2013
85
Kamar 115
Entah apa kamar ini terasa nuansa mistis
Gunung Lawu di kaca jendela
Di lerengnya hutan rindang beraroma dupa
Dan membatin ini kah Alas Ketonggo
Menyusuri jejak
Alas yang mengandung misteri
Sampai pada Watu Gede
Jalan menuju alam lain
Entah apa aku ingin masuk ke dalamnya
Aku masuk ke dalam kalbu
Di mana alam zahir dan alam batin
Di mana alam nyata dan alam gaib
Berpadu dalam jati diri
Pagi begitu cerah
Di kaca jendela, mengalir Kali Tepuk
Adalah dua muara sungai
Terasa nyaman mengalir ke dalam kalbu
Ngawi, 2013
86
Di Balik Jendela Kereta Api
Antara Jakarta – Malang :
Aku tak mendengar lagi suara roda kereta api
Tapi suaramu yang gemuruh di sepanjang rel
Menghitamkan kaca jendela
Antara Jakarta – Malang :
Yang maha pelukis adalah Allah
Apa yang kau sombongkan hai pelukis ?
Yang maha penyair adalah Allah
Apa yang kau sombongkan hai penyair ?
Yang maha bertutur adalah Allah
Apa yang kau sombongkan hai sastrawan ?
Antara Jakarta – Malang :
Bersyukurlah kita dikaruniai nikmat
Dapat menyadur ciptaan Allah
Jkt-Mlg,2013
87
Negeri Tikus
Orang yang tak tikus ikutan menjadi tikus
Ya iyalah
Di negeri ini banyak sekali tikus
Emangnya kenapa tuan
Tuan itu serupa bergumam :
rumahtikus
kursitikus mobiltikus pesawattikus pasartikus tokotikus plazatikus jalantikus
listeriktikus pabriktikus
gedungtikus
kantortikus pejabattikus pemimpintikus partaitikus politiktikus caluntikus
pemilihantikus suaptikus amploptikus janjitikus bohongtikus omongkosongtikus
pelesertikus banktikus duittikus
sidangtikus
pengadilantikus hakimtikus jaksatikus advokasitikus polisitikus penjaratikus
programtikus proyektikus pajaktikus dagingtikus
Selamat datang tuan di negeri tikus
bersenangsenanglah tuan
ada hoteltikus villatikus pelacurtikus artistikus
ranjangtikus restorantikus wismatikus
komplektikus perumahantikus buat
isterisimpanantikus tuan
pendidikantikus tvtikus videotikus kotatikus kampungtikus rumahsakittikus
dakwahtikus kapitalistikus
Tuan itu tak habis menyebutnyebut tikustikus
Terakhir mampunya menyebut : virustikus
Ya ya tuan harus
ada : racuntikus
bbaru,2013
88
Kamar 305
Seorang gadis
Kehilangan mahkota
Kota Jakarta
Teringat Kali Ciliwung yang mengalir tenang dan jernih
Gadisgadis Betawi bersenda gurau mandi bersiraman ada
yang menimba air
ada yang mencuci pakaian
Dan aku serupa Jaka Tarub di balik rerumpun perdu
menahan nafas yang memburu
Angin semilir yang menembangkan lirisliris tentang
asal usul Sunda Kelapa
Yang melahirkan gadis perawan
Gadis perawan
Bunga di embun pagi
Mekar mengharum
Zaman terus berjalan mengubah segala bentuk peradaban
Dan aku tiada mengenal lagi nuansa asri kehidupan
Hanyalah aroma parfom dari gedung menjulang, rumah
arsitek lain
Jalan yang berlalu lalang gairah nafsu duniawi
Gairah nafsu
Duniawi semata
Ke mana langkah
Aku telah kehilangan dan letih di halaman istana dan
gedung parlemen
Orangorang tak ubahnya ular melata setiap denyut jantung metropolitan
Aku telah kehilangan sejarah dari kebenarankebenaran
Dalam gemuruh seribu rupa
Seribu rupa
Yang kehilangan aura
Kota Jakarta
Jakarta,2013
89
Kamar 000
Sebuah rumah bernuansakan dunia lain dari pada dunia yang
lain
Dibangun dengan kekayaan batin gairah cinta kehidupan
jiwa
Arsitek lokalitas mencerminkan peradaban manusia yang
beradab
Sebuah rumah sebagaimana dunia yang memiliki
keindraannya
Dunia persis dalam duniaku
Rumah sebagaimana seorang bayi yang bersih dan elok
Walau di luar sana berlalu lalang orangorang korupsi
Orangorang yang bergelumang dengan nafsu birahi duniawi
Di sudut kota yang tenang damai jauh dari segala sengketa
manusia
Menakjubkan sebuah rumah, Rumah Dunia
Jiwa yang melukis langit jiwa yang membusur bianglala
Jiwa yang berkisah tentang hidup dan kehidupan
Jiwa yang menuangkan atas nikmat dan rakmat tuhan
Dan sungguh tak habis kata di lembar ucap
Banyak orang yang melupakan kemurnian cinta melainkan
serakah
Malam itu Rumah Dunia bertabur bintang bulan sempurna
purnama
Di serambi cinta dua cangkir kopi melunas kerinduan
Gol A Gong, sapaku. Saling cerita tetang agungnya cinta
Damainya ikatan batin dalam sebuah Rumah Dunia
Serang, Banten,2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar