Minggu, 21 Juli 2024

 

Edisi 9

 

Kamar 00

 

Apatah dicari mendulang malammalam

Jika impian hanyalah batu karaha dalam dulangan

Lubang tak dapat lagi diduga dalamnya galian

Apatah peluh dapat membasuh lusuhnya tubuh

 

Kota yang pernah dibangun dari tulang belulangmu

Tak perlu sejarah karena orang telah melupakan ingatannya

Sejauhjauh memandang monumen di pusat kota

Berhala penguasa yang pernah berkuasa

 

Aku tak pernah lagi membuka jendela malam malam

Kamar yang kau berikan banyak memberi arti kehidupan

Hakikat diri dari setiap lenggang dulangan

Kotaku kota yang cuma elok namanya

 

Banjarbaru,2013

 

 

 

81

 

Kamar Meditasi

: ultah

 

Tak perlu menyentuh perkara lain

Kecuali merenung asalmuasal

Khatulistiwa di poros bumi berputar

Kejadian siang kejadian malam

Pun gelap pun terang

 

Tak perlu menyentuh bahasa dusta

Jika kebenaran dalam kejujuran

Hakikat sangkar adalah tubuh

Hakikat burung adalah ruh

 

Maka seleburleburnya aku pun lebur

Ke dalam tubuh ke dalam ruh

Dan pada saatnya kau buka pintunya

Maka aku pun terbang keasalmuasal

 

Banjarbaru,2013

 

 

 

 

82

 

Kamar Pusaka

 

Kur sumangat pusaka banjar

Direndam arus zaman

 

Aku kehilangan juriat

Kehilangan ruh tanahbanyu

 

Kucari urangbahari dalam diri

Kubangun kerajaan hatinurani

 

Aku bersultan pada akal pikiran

Adatbudaya mesti diluhurkan

 

Di kamar jiwa singgasana cinta

Kindai katahati anak banua

                                                          

Banjarbaru,2013

 

Catatan :

Kur sumangat = ucapan doa agar selamat

Kindai : Lumbung

Banua : negeri tumpah darah

Tanahbanyu : Banua Banjar

Urangbahari : nenek moyang

 

 

 

83

 

Kamar 353

 

Kalau sudah dalam garisan takdir

Nasib adalah sebab akibat

Di mana meletakkan akal pikiran

Di dalam hidup dan kehidupan

 

Berada di kota ini

Seperti membaca diri dalam ranah kehidupan

Ekplorasi dalam sebuah perjalanan

Kata syukur yang mesti diucapkan

 

Sebuah kota

Tanah melayu yang gigih mempertahankan adat istiadat pusaka

Di hiruk pikuknya orangorang bergegas mengejar zaman

Tak Melayu Hilang di Bumi

Aku teringat Tengku Nasyaruddin Effendy

 

Merenungi rawi kapal Lancang Kuning

Merenungi seorang Zubaidah pengorbanan membela negri Bukit Batu

Bukan semata mitos melayu tetapi merenungi nilai filosofinya

Merenungi tragisnya akibat perbuatan paling keji bernama  fitnah

Merenungi garis takdir dalam sebuah terjadinya nasib

 

Kota ini serupa tanah Banjar sebuah negriku

Waktu pagi kubuka jendela :

Batang paikat balilit di kayu

Burung sarindit tarabang lapas

Adat istiadat tanah melayu

Pingkuti pisit jangan talapas

Pekanbaru, 2013

*** paikat = rotan

       pingkuti = pegangi

 

84

 

Guest House  05  

 

Gunung Kelut diselimuti kabut dan awan

Diam seribu basa bagaikan arca raseksa

Namun di suatu saat di dalam tubuhnya

Lembu Suro dan Mahesa Suro kembali murka :

Erupsi

 

Pada bulan suro

Dewi Kilisuci menyembunyikan diri

Jauh ke gugusan mayapada dan gumpalan

asap pedupaan Larung Sesaji

Orangorang pada berkidung doadoa tolak bala

Condro Sengkolo

Orangorang pada menjadikannya objek wisata

 

Maka tidak lah baharu alam sekalian

Jika semua ini tidak ada terjadi atas kejadian

Di dalam renung, kureningi

Fitnah, penghianatan, wanita, tahta dan harta

Adalah malapetaka :

Kehancuran

Kediri,  2013

 

85

Kamar 115

Entah apa kamar ini terasa nuansa mistis

Gunung Lawu di kaca jendela

Di lerengnya hutan rindang beraroma dupa

Dan membatin ini kah Alas Ketonggo

 

Menyusuri jejak

Alas yang mengandung misteri

Sampai pada Watu Gede

Jalan menuju alam lain

Entah apa aku ingin masuk ke dalamnya

 

Aku masuk ke dalam kalbu

Di mana alam zahir dan alam batin

Di mana alam nyata dan alam gaib

Berpadu dalam jati diri

 

Pagi begitu cerah

Di kaca jendela, mengalir Kali Tepuk

Adalah dua muara sungai

Terasa nyaman mengalir ke dalam kalbu

Ngawi, 2013

 

86

Di Balik Jendela Kereta Api

 

Antara Jakarta – Malang :

Aku tak mendengar lagi suara roda kereta api

Tapi suaramu yang gemuruh di sepanjang rel

Menghitamkan kaca jendela

 

Antara Jakarta – Malang :

Yang maha pelukis adalah Allah

Apa yang kau sombongkan hai pelukis ?

Yang maha penyair adalah Allah

Apa yang kau sombongkan hai penyair ?

Yang maha bertutur adalah Allah

Apa yang kau sombongkan hai sastrawan ?

 

Antara Jakarta – Malang :

Bersyukurlah kita dikaruniai nikmat

Dapat menyadur ciptaan Allah

Jkt-Mlg,2013

 

87

Negeri Tikus

Orang yang tak tikus ikutan menjadi tikus
Ya iyalah

Di negeri ini banyak sekali tikus

Emangnya kenapa tuan

Tuan itu serupa bergumam :

rumahtikus kursitikus mobiltikus pesawattikus pasartikus tokotikus plazatikus jalantikus listeriktikus pabriktikus

gedungtikus kantortikus pejabattikus pemimpintikus partaitikus politiktikus caluntikus pemilihantikus suaptikus amploptikus janjitikus bohongtikus omongkosongtikus pelesertikus banktikus duittikus

sidangtikus pengadilantikus hakimtikus jaksatikus advokasitikus polisitikus penjaratikus programtikus proyektikus pajaktikus dagingtikus 

 

Selamat datang tuan di negeri tikus

bersenangsenanglah tuan

ada hoteltikus villatikus pelacurtikus artistikus ranjangtikus restorantikus wismatikus  komplektikus perumahantikus buat isterisimpanantikus tuan pendidikantikus tvtikus videotikus kotatikus kampungtikus rumahsakittikus dakwahtikus kapitalistikus

 

Tuan itu tak habis menyebutnyebut tikustikus

Terakhir mampunya menyebut : virustikus

Ya  ya tuan harus ada : racuntikus

 

bbaru,2013

 

88

Kamar 305

 

Seorang gadis

Kehilangan mahkota

Kota Jakarta

 

Teringat Kali Ciliwung yang mengalir tenang dan jernih

Gadisgadis Betawi bersenda gurau mandi bersiraman ada yang menimba air

ada yang mencuci pakaian

Dan aku serupa Jaka Tarub di balik rerumpun perdu menahan nafas yang memburu

Angin semilir yang menembangkan lirisliris tentang asal usul Sunda Kelapa

Yang melahirkan gadis perawan

 

Gadis perawan

Bunga di embun pagi

Mekar mengharum

 

Zaman terus berjalan mengubah segala bentuk peradaban

Dan aku tiada mengenal lagi nuansa asri kehidupan

Hanyalah aroma parfom dari gedung menjulang, rumah arsitek lain

Jalan yang berlalu lalang gairah nafsu duniawi

 

Gairah nafsu

Duniawi semata

Ke mana langkah

 

Aku telah kehilangan dan letih di halaman istana dan gedung parlemen

Orangorang tak ubahnya ular melata setiap denyut  jantung metropolitan

Aku telah kehilangan sejarah dari kebenarankebenaran

Dalam gemuruh seribu rupa

 

Seribu rupa

Yang kehilangan aura

Kota Jakarta

Jakarta,2013

 

89

Kamar 000

Sebuah rumah bernuansakan dunia lain dari pada dunia yang lain

Dibangun dengan kekayaan batin gairah cinta kehidupan jiwa

Arsitek lokalitas mencerminkan peradaban manusia yang beradab

Sebuah rumah sebagaimana dunia yang memiliki keindraannya

Dunia persis dalam duniaku

 

Rumah sebagaimana seorang bayi yang bersih dan elok

Walau di luar sana berlalu lalang orangorang korupsi

Orangorang yang bergelumang dengan nafsu birahi duniawi

Di sudut kota yang tenang damai jauh dari segala sengketa manusia

 

Menakjubkan sebuah rumah, Rumah Dunia

Jiwa yang melukis langit jiwa yang membusur bianglala

Jiwa yang berkisah tentang hidup dan kehidupan

Jiwa yang menuangkan atas nikmat dan rakmat tuhan

Dan sungguh tak habis kata di lembar ucap

 

Banyak orang yang melupakan kemurnian cinta melainkan serakah

Malam itu Rumah Dunia bertabur bintang bulan sempurna purnama

Di serambi cinta dua cangkir kopi melunas kerinduan

Gol A Gong, sapaku. Saling cerita tetang agungnya cinta

Damainya ikatan batin dalam sebuah Rumah Dunia

 

Serang, Banten,2014

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar