Minggu, 21 Juli 2024

 

edisi 13

 

Siak : Di Jematan Ini Kulabuhkan Cinta

 

Kota Siak Sri Indrapura hati terpaut

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah penyebrang jiwa

Membaca sebuah kota tanah melayu tanah pusaka anak negri

Sarat sejarah yang tersohor sampai ke penjuru benua

 

Merenung Sungai Neretva Sungai Ocean River Sungai Cano Cristales

Lalu memandang Sungai Siak tentu tidak lah jauh berbeda

Sungai yang berarus tenang itu bila tidak dicemari limbah dan sampah

dari orangorang  yang tidak pernah peduli terhadap sungai

Putri Kaca Mayang yang bersemayam di jantungnya sangat berduka

 

Menelusuri jejak sejarah keperkasaan anak negri tanah melayu

di makam Laksamana  Raja di Laut

Di depan rumah panggung dua buah meriam dalam diam :

Masih terdengar dentuman dahsyat menyapu ombak

 

Pekanbaru, 2014

 

 

 

 

121

 

Siak : Kejayaan Tanah Melayu

          : Mady Lani

 

Di bantaran Sungai Siak 

Entah apa  di pipimu mengalir air mata

Ketika kusenandungkan  sebuah lagu kenangan

Putri Kaca Mayang mandi di air yang jernih mengaca

Dari rahimnyalah yang melahirkan sebuah kota yang elok

 

Terhapuslah duka lara di makam raja Siak

Membaca petuah yang di pahat di prasasti sejarah

Pusaka keramat tanah melayu yang tak  pupus di arus zaman

 

Di museum Laksamana Raja Di Laut

Kau belajar membaca mantra kejayaan tanah melayu

Aku berkata :  Anak negri mesti melestarikan kejayaan itu

 

Pekanbaru, 2014

 

 

 

122

 

Rakyat Itu Penyabar

 

Saat kamu mau minta pilih selalu saja bikin janji

Kami rakyat sudah sering dengar tapi kami sabar

 

Saat kamu sudah terpilih kamu melupakan janji

Kami rakyat sudah sering tahu kamu ingkar tapi kami sabar

 

Saat kami ingatkan janji kamu bilang nanti dipikirkan

Kami rakyat sudah sering tahu kamu berdiplomasi tapi kami sabar

 

Saat kamu minta maaf karena korupsi kamu katakan itu musibah

Kami rakyat tahu itu dagelan kamu tapi kami sabar

 

Saat APBN moratmarit kamu dengan mudah menaikkan pajak

Kami rakyat belum merasakan keadilan dan  kesejahteraan tapi kami sabar

 

Saat kamu mengizinkan investor asing masuk ke negeri ini

Kami rakyat tahu itu keuntungannya  bangsa asing tapi kami sabar

 

Saat kampanye pilpres kamu bersengketa saling memburuburukkan lawan

Kami rakyat  sangat sebel tapi  kami tetap sabar

 

Kamu tahu kami selalu sabar tetapi kamu tak mau memahami kesabaran kami

Karena kamu adalah kaum orang yang bebal

 

Jakarta,2014

 

 

 

 

123

 

Red Borneo : Bekasi Dalam Kenangan

 

Ingin menuju ke sebuah tempat tetapi yang dituju masih asing

Entah apa ada yang melihat di jariku sebingkai cincin permata

Red Borneo, katanya, sinar matanya begitu terpikat

Kupindahkan cincin itu ke jarinya sebagai tali persahabatan

Berjodoh buat Anda, kataku

 

Sepanjang jalan kami berbincang tentang batu permata

Orangorang banyak yang keliru setiap batu permata disebut akik

Sesungguhnya akik itu adanya hanya di Borneo dan di negri Yaman

Dan akik beragam jenis dan motif

 

Cincin permata berkhasiat bagi pemiliknya

Tetapi belum tentu semua permata berhasiat bagi seseorang

Melainkan menjadikan mudarat bagi orang itu

Sebab tergantung jodoh dan tali ikatan batin

 

Malam itu ada yang mengetuk pintu kamarku

Adalah seseorang di jari manisnya cincin permata akik : Red Borneo

Dan malam itu aku berada di sebuah jantung kota

Bekasi jalinan akrab dan manis dalam kenangan

 

Bekasi,2014

 

 

124

 

 

Kepayang Di Wajah Pirang

 

Ladang petani

Gadis berambut pirang

Di surya pagi

 

Sejuk nafas di seluas ladang menghijau

Dan di dangau pelepas penat kehidupan

Burung burung mengucapkan salam

Selamat pagi para insan yang merindu

 

Angin bersiul

Gadis pirang berdendang

Kemilau pagi

 

Dari dangau angin mengantar aroma

Harumnya si tubuh pirang dari bara membakar

Di bawah teduh rerimbun pohon mempelam

Sekawan lembu mengunyah rerumputan

 

Pagi mengepul

Harum tubuh si pirang

Riang pematang

 

Batang batang jagung gemulai di sepoi angin

Memakna kehidupan para petani

Tak lelah tulang belulang mengayun pacul

Kejujuran dan kesetiaan insan di desa

 

Nganjuk, 2014

 

 

 

125

 

Anglengdharma : Jayanya Bojonegoro

 

Yang bersemayam di lubuk bengawan

Aku datang dari sebrang lautan di kukus dupa di kukus manyan

Mendaki gunung menurun lembah hutan jati lestari

Datang sorangan mengetuk pintu riakmu  salam rahayu

 

Di tebing hari kelahiranmu aku membaca riwayatmu

Sungai yang mengalir yang mengalirkan serangkum sejarah

Dari tangan kasih sayang putri jelita ibu sebuah kota gemilang

Yang lahir dari rahim mahkota anak negri

 

Perahu naga yang megah muncul di permukaan Bengawan Solo

Anglengdharma dengan permaisurinya duduk di singgasana

Dan perahu buaya perahu ikan dan perahu jenis lainnya bermunculan

Sorak sorai anak negri menyambut dengan suka cita

 

Di bawah lampu yang gemerlap para pemangku dan sesepuh negri

Berhimpun dengan kidmat. Anglengdharma membaca puisi :

Bersatu hati membangun negri

 

Bojonegoro,2014

 

 

 

126

 

Semar : Api Tak Pernah Padam

 

Lampu padam :

Dari kepundan jiwa.  Semar melompat ke jagat Indonesia

Api hatinurani menyembur dari mulutnya.  Membakar tipu daya

Kemunafikan dan kebohongan sesiapa

 

Tubuhtubuh yang tumbang.  Tubuhtubuh pendosa

Dari kursikursi jabatan yang dilumuri ambisi : Angkara murka

Barisan api menabuh genderang. Hingga mayapada bergoncang

Dewadewa di sorgaloka pada keluar dari tapanya

 

Orangorang menyaksikan dalam alir nafasnya

Diamdiam menggali seluruh nyalinya yang tersimpan di dada

Api hatinurani akan terus menyala sepanjang masa

Karena Indonesia selalu  dilanda duka

 

Lampu menyala :

Asap api itu masih mengepul dari kepundan jiwa

Sebab alam selalu berputar dari porosnya

Membawa perjalanan peristiwa dari masa ke masa

 

Purworejo, 2014

 

Catatan :

Menyaksikan pentas monolog “Semar” karya

Thomas Haryanto Soekiran

Di Gedung Akbid Purworejo suatu malam.

 

 

 

 

 

127

 

Bintang Timur, Turunlah

 

Telah usai mappanretasi

Ombak yang kita lahirkan telah pandai menari

Terumbu karang, ganggang menabuh dinding karang

Pantai tak lagi merisau sunyi

Bagang bernyanyi tak pernah henti

 

Dan mitos

Nenek moyang mengajarkan

Bagaimana memelihara pusaka

Di semenanjung ini

 

Turunlah kita bercinta lagi

Di atas buih buih kehidupan

Malam purnama di gunung bamega

Kita lahirkan sebanyak banyak ombak cinta

 

Wayah pang sudah

Hari baganti musim

Wayah pang sudah

 

Turunlah yang mengabarkan hakikat cinta

Di relung anak babangsa di tanah leluhur

Maka kita tambatkan perahu yang telah mengarung

lautan yang tak pernah lelah menggelora

Pada dermaga cinta

 

 

Batulicin, 2014

 

 

 

128

 

Perawan Berjari Lentik Pembelah Batu

 

Dentang bukit kapur dentang nafas gadis gadis

Nun di timur merah darah perawan

Sebelum pagi beranjak sudah mengalir

Dari jemari lentik membangun kehidupan

 

Tangan tangan palu mungil bergudam berwaktu waktu

Jemari lentik memercik api di batu batu

Peluh debu kota menjadikan wajah wajah kapur

Di bukit ini sonder belantara sonder burung burung

 

Hanyalah desau angin dari lereng dan tebing

Dan gubuk gubuk berdaun ilalang

Menyimpan mimpi kemakmuran negeri

Sejarah melupakan keperawanannya yang tumpah di sini

Tetes airmata cinta yang mengalir dari anak negeri

yang lahir dari rahim ibunda pertiwi

 

Tersebab bukit bukit

Perawan gadis gadis pembelah batu

Gadis gadis batu

 

Di kulminasi bukit

Kau kah memantek batu munafik

Kota kota erotik

 

Kau dengar rawan dentang itu

Sehabis senja menyala damar purba

Darah perawannya menyimpan mimpi dalam gubuk duka

Tersebab bukit bukit batu bara

 

Di kulminasi bukit batu kapur

Kau memantek batu munafik

Darah perawan nun di timur

Mengalir di jari jari lentik

Fantastik

 

Sungai Danau, 2014

 

 

 

 

 

 

 

 

129

 

Kereta Api

 

Aku lah kereta api

meniti rel tulang belulangku

yang menghela sejumlah gerbong

sarat dengan kenangan

impian harapan angan-angan

suka dan duka

tangis dan airmata

cinta dan rindu

doa dan dosa

 

Gerbong adalah nasib dan takdir

beratap langit berlantai bumi

 

Aku lah kereta api

Musafir usia

menuju rumahmu, tuhan

 

Cilegon, 2014

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar