edisi 13
Siak : Di Jematan Ini Kulabuhkan Cinta
Kota Siak Sri Indrapura hati terpaut
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah penyebrang jiwa
Membaca sebuah kota tanah melayu tanah pusaka anak
negri
Sarat sejarah yang tersohor sampai ke penjuru benua
Merenung Sungai Neretva Sungai Ocean River Sungai Cano
Cristales
Lalu memandang Sungai Siak tentu tidak lah jauh
berbeda
Sungai yang berarus tenang itu bila tidak dicemari
limbah dan sampah
dari orangorang
yang tidak pernah peduli terhadap sungai
Putri Kaca Mayang yang bersemayam di jantungnya sangat
berduka
Menelusuri jejak sejarah keperkasaan anak negri tanah
melayu
di makam Laksamana
Raja di Laut
Di depan rumah panggung dua buah meriam dalam diam :
Masih terdengar dentuman dahsyat menyapu ombak
Pekanbaru, 2014
121
Siak : Kejayaan Tanah Melayu
: Mady
Lani
Di bantaran Sungai Siak
Entah apa di
pipimu mengalir air mata
Ketika kusenandungkan
sebuah lagu kenangan
Putri Kaca Mayang mandi di air yang jernih mengaca
Dari rahimnyalah yang melahirkan sebuah kota yang elok
Terhapuslah duka lara di makam raja Siak
Membaca petuah yang di pahat di prasasti sejarah
Pusaka keramat tanah melayu yang tak pupus di arus zaman
Di museum Laksamana Raja Di Laut
Kau belajar membaca mantra kejayaan tanah melayu
Aku berkata : Anak
negri mesti melestarikan kejayaan itu
Pekanbaru, 2014
122
Rakyat Itu Penyabar
Saat kamu mau minta pilih selalu saja bikin janji
Kami rakyat sudah sering dengar tapi kami sabar
Saat kamu sudah terpilih kamu melupakan janji
Kami rakyat sudah sering tahu kamu ingkar tapi kami sabar
Saat kami ingatkan janji kamu bilang nanti dipikirkan
Kami rakyat sudah sering tahu kamu berdiplomasi tapi kami
sabar
Saat kamu minta maaf karena korupsi kamu katakan itu
musibah
Kami rakyat tahu itu dagelan kamu tapi kami sabar
Saat APBN moratmarit kamu dengan mudah menaikkan pajak
Kami rakyat belum merasakan keadilan dan kesejahteraan tapi kami sabar
Saat kamu mengizinkan investor asing masuk ke negeri ini
Kami rakyat tahu itu keuntungannya bangsa asing tapi kami sabar
Saat kampanye pilpres kamu bersengketa saling
memburuburukkan lawan
Kami rakyat sangat
sebel tapi kami tetap sabar
Kamu tahu kami selalu sabar tetapi kamu tak mau memahami
kesabaran kami
Karena kamu adalah kaum orang yang bebal
Jakarta,2014
123
Red Borneo : Bekasi Dalam Kenangan
Ingin menuju ke sebuah tempat tetapi yang dituju masih
asing
Entah apa ada yang melihat di jariku sebingkai cincin
permata
Red Borneo, katanya, sinar matanya begitu terpikat
Kupindahkan cincin itu ke jarinya sebagai tali
persahabatan
Berjodoh buat Anda, kataku
Sepanjang jalan kami berbincang tentang batu permata
Orangorang banyak yang keliru setiap batu permata disebut
akik
Sesungguhnya akik itu adanya hanya di Borneo dan di negri
Yaman
Dan akik beragam jenis dan motif
Cincin permata berkhasiat bagi pemiliknya
Tetapi belum tentu semua permata berhasiat bagi seseorang
Melainkan menjadikan mudarat bagi orang itu
Sebab tergantung jodoh dan tali ikatan batin
Malam itu ada yang mengetuk pintu kamarku
Adalah seseorang di jari manisnya cincin permata akik :
Red Borneo
Dan malam itu aku berada di sebuah jantung kota
Bekasi jalinan akrab dan manis dalam kenangan
Bekasi,2014
124
Kepayang Di Wajah Pirang
Ladang petani
Gadis berambut pirang
Di surya pagi
Sejuk nafas di seluas ladang menghijau
Dan di dangau pelepas penat kehidupan
Burung burung mengucapkan salam
Selamat pagi para insan yang merindu
Angin bersiul
Gadis pirang berdendang
Kemilau pagi
Dari dangau angin mengantar aroma
Harumnya si tubuh pirang dari bara membakar
Di bawah teduh rerimbun pohon mempelam
Sekawan lembu mengunyah rerumputan
Pagi mengepul
Harum tubuh si pirang
Riang pematang
Batang batang jagung gemulai di sepoi angin
Memakna kehidupan para petani
Tak lelah tulang belulang mengayun pacul
Kejujuran dan kesetiaan insan di desa
Nganjuk, 2014
125
Anglengdharma : Jayanya Bojonegoro
Yang bersemayam di lubuk bengawan
Aku datang dari sebrang lautan di kukus dupa di kukus
manyan
Mendaki gunung menurun lembah hutan jati lestari
Datang sorangan mengetuk pintu riakmu salam rahayu
Di tebing hari kelahiranmu aku membaca riwayatmu
Sungai yang mengalir yang mengalirkan serangkum sejarah
Dari tangan kasih sayang putri jelita ibu sebuah kota
gemilang
Yang lahir dari rahim mahkota anak negri
Perahu naga yang megah muncul di permukaan Bengawan Solo
Anglengdharma dengan permaisurinya duduk di singgasana
Dan perahu buaya perahu ikan dan perahu jenis lainnya
bermunculan
Sorak sorai anak negri menyambut dengan suka cita
Di bawah lampu yang gemerlap para pemangku dan sesepuh
negri
Berhimpun dengan kidmat. Anglengdharma membaca puisi :
Bersatu hati membangun negri
Bojonegoro,2014
126
Semar : Api Tak Pernah Padam
Lampu padam :
Dari kepundan jiwa. Semar melompat ke jagat Indonesia
Api hatinurani menyembur dari mulutnya. Membakar tipu daya
Kemunafikan dan kebohongan sesiapa
Tubuhtubuh yang tumbang.
Tubuhtubuh pendosa
Dari kursikursi jabatan yang dilumuri ambisi : Angkara
murka
Barisan api menabuh genderang. Hingga mayapada bergoncang
Dewadewa di sorgaloka pada keluar dari tapanya
Orangorang menyaksikan dalam alir nafasnya
Diamdiam menggali seluruh nyalinya yang tersimpan di dada
Api hatinurani akan terus menyala sepanjang masa
Karena Indonesia selalu
dilanda duka
Lampu menyala :
Asap api itu masih mengepul dari kepundan jiwa
Sebab alam selalu berputar dari porosnya
Membawa perjalanan peristiwa dari masa ke masa
Purworejo, 2014
Catatan :
Menyaksikan pentas monolog “Semar” karya
Thomas Haryanto Soekiran
Di Gedung Akbid Purworejo suatu malam.
127
Bintang Timur, Turunlah
Telah usai mappanretasi
Ombak yang kita lahirkan telah pandai menari
Terumbu karang, ganggang menabuh dinding karang
Pantai tak lagi merisau sunyi
Bagang bernyanyi tak pernah henti
Dan mitos
Nenek moyang mengajarkan
Bagaimana memelihara pusaka
Di semenanjung ini
Turunlah kita bercinta lagi
Di atas buih buih kehidupan
Malam purnama di gunung bamega
Kita lahirkan sebanyak banyak ombak cinta
Wayah pang sudah
Hari baganti musim
Wayah pang sudah
Turunlah yang mengabarkan hakikat cinta
Di relung anak babangsa di tanah leluhur
Maka kita tambatkan perahu yang telah mengarung
lautan yang tak pernah lelah menggelora
Pada dermaga cinta
Batulicin, 2014
128
Perawan Berjari Lentik Pembelah Batu
Dentang bukit kapur dentang nafas gadis gadis
Nun di timur merah darah perawan
Sebelum pagi beranjak sudah mengalir
Dari jemari lentik membangun kehidupan
Tangan tangan palu mungil bergudam berwaktu waktu
Jemari lentik memercik api di batu batu
Peluh debu kota menjadikan wajah wajah kapur
Di bukit ini sonder belantara sonder burung burung
Hanyalah desau angin dari lereng dan tebing
Dan gubuk gubuk berdaun ilalang
Menyimpan mimpi kemakmuran negeri
Sejarah melupakan keperawanannya yang tumpah di sini
Tetes airmata cinta yang mengalir dari anak negeri
yang lahir dari rahim ibunda pertiwi
Tersebab bukit bukit
Perawan gadis gadis pembelah batu
Gadis gadis batu
Di kulminasi bukit
Kau kah memantek batu munafik
Kota kota erotik
Kau dengar rawan dentang itu
Sehabis senja menyala damar purba
Darah perawannya menyimpan mimpi dalam gubuk duka
Tersebab bukit bukit batu bara
Di kulminasi bukit batu kapur
Kau memantek batu munafik
Darah perawan nun di timur
Mengalir di jari jari lentik
Fantastik
Sungai Danau, 2014
129
Kereta Api
Aku lah kereta api
meniti rel tulang belulangku
yang menghela sejumlah gerbong
sarat dengan kenangan
impian harapan angan-angan
suka dan duka
tangis dan airmata
cinta dan rindu
doa dan dosa
Gerbong adalah nasib dan takdir
beratap langit berlantai bumi
Aku lah kereta api
Musafir usia
menuju rumahmu, tuhan
Cilegon, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar